Lipatan kerah ini terasa sesak di leher saya
Benar-benar tidak nyaman
Sudah sejak tadi saya coba untuk leluasa, melonggarkan ikatan dasi, tapi tak cukup berarti
Ada yang mengganjal di dalam sini
Dan tidak bisa saya keluarkan
Ungkapan yang seringkali saya dengar, namun sulit saya akui
Terlalu tinggi kah ego ini?
Atau memang kali ini berbeda
Kali ini bukan cemburu....
Atau apa?
Kamu benar-benar sudah menguji kelihaian hati saya dalam bersembunyi
Diam tak buat mu menyerah begitu saja
Justru bingar mu semakin menjadi-jadi
Saya jadi benar-benar tidak mengerti
Apakah ada yang lebih abadi daripada kesetiaan?
Kurasa tidak, dan kamu tahu akan hal itu
Atau kamu memang sudah melarikan diri begitu saja dari perjamuan ini
Rendah sekali....
Seperti tidak punya tata krama
Ahhh...
Tapi sejarah kita dimulai dengan perjuangan yang sakral
Terlalu cepat bila benar kau mengundurkan diri
Lantas apa yang saya rasakan kini
Rindu, namun enggan bicara
Benci, namun tak sudi kehilangan
Mungkin ada yang salah di awal kita menyepakati perjanjian ini
Perlu adendum, atau mungkin amandemen
Agar tidak semena-mena kamu mainkan perasaan ini
Agar kita sama-sama mengerti
Tapi sepertinya memang tidak ada itikad baik dari mu untuk memperbaiki
Atau lagi-lagi kecurigaan saya yang berlebihan?
Karena kamu sedang berusaha menjadikan saya seorang lelaki pencemburu??
Bila iya.....nampaknya kamu sedang menertawakan saya disana
..............
Baiklah kalau begitu
Sudah saya putuskan
Tak peduli kamu sedang mempermainkan saya
Atau memang ada usaha-usaha untuk menghilangkan posisi saya dari dalam hati mu
Saya tidak akan tinggal diam
Lagi
Saya akan buktikan bahwa tidak ada yang setengah-setengah dalam kesaksian ini
Terserah bila nanti kamu menyebut saya lelaki pencemburu
Mungkin memang sebenarnya begitu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar