Rabu, 13 Oktober 2010

pesan dari dua orang untuk saya

dua orang
yang keduanya
sangat saya hormati

mereka berasal dari kasta yang berbeda
yang satu adalah seorang muda
yang belum mau taat pada Tuhannya
sementara satu lagi
seorang tua
yang hampir menutup usianya
dengan lambaian surga
namun keduanya punya bijaksana

belum lama ini saya bertemu keduanya
mereka mengatakan hal yang sama
menasehati saya
dengan nasehat yang sama
padahal mereka tidak saling kenal

malam itu
sebelum keesokan harinya saya mengunjungi rumahmu
saya bertemu si pemuda
ia bersikeras ingin bertemu
saya pikir hendak pinjam uang
karena nada bicaranya
seperti orang kehabisan uang

tapi ternyata tidak
ia malah bicara tak henti-henti
menyuapi saya dengan pesan-pesan penguat hati
pembakar semangat
pengeras jargon
lalu kami bicara tentang mimpi-mimpi
bahkan sampai sarana prostitusi
seolah malam itu tidak akan berakhir
namun pada larutnya kami pun harus berpulang
saya tidak bisa lupa sepanjang jalan
pesan-pesannya itu

keesokan paginya sebelum saya berkunjung kerumahmu
saya pergi ke rumah si tua baya
hampir saja saya tidak menemukan rumahnya
karena jalan kecil di depan rumahnya itu
sudah berubah melebar
saya hampir kesasar

masih saya ingat ketika kecil dulu
di belakang rumahnya ada sebuah kali agak besar
ukuran bagi saya waktu itu
tapi kini seperti tampak sangat kecil
entah memang mendangkal
atau memang tubuh & kemaluan saya yang sudah besar
saya tidak peduli

setelah sedikit berbasa-basi
ia pun menyampaikan pesan yang sama
seperti yang saya terima malam sebelumnya
hati jadi makin kuat
semangat jadi makin terbakar
jargon seperti membahana

namun saya pun harus pamit
setelah saling bertitip salam
saya pergi
sepanjang jalan
saya semakin tidak bisa lupa pesan-pesan itu

selepas dari sana saya baru kerumahmu
maksudnya ingin sedikit berbagi tentang cerita ini
sambil melepas rasa rindu yang menggebu-gebu
ingin menjadikan pesan-pesan dari mereka untuk membenarkan keputusan kita
yang sudah kita ambil
ingin tidak ada sesal

bahwa saya memang harus menghidupi keluarga
bahwa laki-laki punya langkah yang lebih panjang dari wanita
bahwa pendidikan adalah mutlak bagi kehidupan
bahwa kelak saya akan mati
sesudah melunasi janji-janji saya

bahwa pernikahan bukan sekedar
menyatukan dua hati
namun dua keluarga besar
dan belum saatnya bagi saya

bahwa saya belum apa-apa
belum juga bisa mempersunting siapa-siapa

butuh lebih banyak puasa
butuh lebih banyak tenaga
butuh lebih banyak waktu
butuh berjuta-juta rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar