Lagi-lagi akal dan hati terlibat adu mulut
sulit mendamaikan mereka berdua
akal bilang, saya harus mengakui semua kebodohan ini
kepada setiap orang yang saya cintai
dengan begitu mungkin saja saya benar-benar bisa diampuni
tapi hati tidak demikian
terlalu mengagung-agungkan gengsi
atau memang karena terlampau malu
sulit saja baginya mengaminkan pendapat akal
hati terlalu yakin dengan kekuatannya
yakin kalau saya akan jadi orang baik
hingga tak perlu ada pengakuan
perbaiki diri saja
biar saja koreng ini mengelupas dengan sendirinya
entah mengapa kali ini saya sependapat dengan akal
kedengarannya lebih tahu diri
ketimbang harus membenarkan hati
namun nyatanya memang
butuh kuda-kuda yang kuat
dan pemikiran yang mumpuni
untuk menuruti kata akal dan membenarkan kata hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar