Entah berapa kali aku memuji mu
kehabisan kata-kata ini
begitu juga nyali
sekaligus hilang
mulai dari daftar nama yang harus kuhubungi
sampai ke hati
semua ku hapus
tanpa bermaksud membuatmu merasa tersingkirkan
Memang harus begitu
aku tak mau terlalu lama merasa nyaman dengan persembunyian ini
lebih baik aku menampakkan diri
namun seolah tidak pernah terjadi apa-apa dengan hati ini
dengan perasaan ku padamu
lalu kita bicara seperti sedia kala
bertemu seperlunya
tidak ada lagi pertemuan yang ku sengaja
ataupun pembicaraan yang kucari-cari
Lalu
dugaanku terjadi
kau menagih semua alasan
mengapa ada yang tak biasa
dan aku terjebak dalam penyamaran ku sendiri
bertanya-tanyalah kebodohan pada situasi
aku tahu kau terlalu cerdas untuk banyak bertanya
mungkin kini kau sedang membaca kesimpulanku
menarik semua referensi terpercaya
mengumpulkan keyakinan
lalu menganggapku omong kosong
yang tak perlu kau lanjutkan
untuk diselidiki
Kecuali jika bisa kupastikan
kau tak pernah tahu
aku pun tak sudi bicara
mengakui kecerobohanku
telah jatuh hati padamu
Artikulasi Hati
melafalkan dengan baik semua isi hati
Minggu, 13 November 2011
Selasa, 22 Maret 2011
Pagi hari di terusan Denpasar
Jendela kacamu menyejukkan peradaban
Membiarkan angin pagi saling bertabrakan
Dengan pintu-pintu udara
Memberikan aku pemandangan iri dari bawah sini
Perlahan dan memang lamban
Jalanan ini akan ramai dilalui
Para pemburu nafkah Tuhan
Lapak-lapak yang dulu roboh
Dihantam tangan-tangan besi
kaki tangan gubernur
Nanti berdiri lagi
Roboh lagi
Dan berdiri lagi
Begitu seterusnya
Sampai negeri ini benar-benar penuh dengan mimpi-mimpi kaki lima
Aku bergegas menghabiskan sarapan pagiku
Gumpalan sagu yang tak habis ku lumat
Kubiarkan mengeras di atas kuahnya
Sudah dua hari ini aku mendapat hidangan basi
Mungkin Paduka sedang menegurku
Aku tak lekas khawatir
maklum saja
Sudah terlalu banyak kemunafikan
Menghidupi keluargaku
Memperpanjang usia dompetku
Menambah deretan mimpi-mimpi ketinggian
Termasuk memiliki satu ruang di atas sana
Tempat ku menyimpan semua kelelahan
Kekenyangan
Dan birahi dunia
Aku beranjak dari hajatku
menenggak segelas air dan lalu pergi
Meneruskan tugasku
Mencari perhatian Yang Maha Kuasa
Dan berharap Ia
Tak lekas-lekas menyingkirkanku dari hidup ini
Masih banyak yang harus kucuri
Masih banyak yang harus ku beli
Harga diri yang pernah ku jual
Termasuk mimpi untuk memilikimu
Karena
Aku masih terus berharap
Bisa mengagumi mu
Dari balik pinggangmu
Sintal arsitekturmu
Bukan hanya dari kejauhan
Ada kamu di kamar kos ku
Aku biarkan tumpukan baju yang serabutan menertawakanku
Bagaimana bisa aku jadi lebih kacau dari kamar ku ini
Telak sudah aku dicemooh oleh bungkus-bungkus kopi
Dan cangkir-cangkir tak tercuci
Puas benar mereka tergelak
Sudah ribuan kali aku menggeliat kesana kemari
Mencari pinggiran kasur dimana tidak ada garis wajah munamun sepertinya usahaku sia-sia
Kau tak pernah benar-benar jera untuk memabukan aku
mau ku apakan bayang mu kini?
aku tidak sempat
menanggalkan mu
melucuti semua perasaan
yang tertinggal begitu saja
kau pun tak berusaha
mengingatkan ku untuk itu
mungkin memang kau sengaja
atau kau sedang bermain-main
dengan puas
saking lelahnya
kau terbawa dalam muatan ku
ikut kemana-mana
aku mau pergi
lelap bersama-sama
aku bermimpi
ahh...
aku jadi salah tingkah
mau ku apakan bayang mu kini?
Menghabiskan sisa-sisa mimpi
Sudah
Kuduga
Tidak ada kata
Terlambat Untuk bahagia
Apa yang pernah
Kau khawatirkan
Dulu
Tak pernah benar-benar
Menyentuh
Ujung-ujung
Jari mu
Sementara apa yang pernah
Kita perbincangkan
Dulu
Benar-benar melingkari
Jari manis mu
Kini
Aku pun hanya bisa
Mengagumi
Kedahsyatan Tuhan dalam
Menyiasati hati
Kita tak pernah benar-benar
Mengetahui
Dengan siapa kita menghabiskan
Sisa-sisa mimpi
Dalam cangkir
Kenangan ini
Jumat, 12 November 2010
kenali aku
Jangan berhenti mencoba mengenal aku berikut hatiku
sungguh aku berharap kau begitu
Aku memang tak pandai bergegas untuk hal ini
Tak pandai merangkai kata untuk memperkenalkan hati
Aku hanya pejuang yang terlalu lama bersembunyi
hingga lupa caraku untuk angkat senjata lagi
Tapi bukan berarti aku tak ingin pergi dari situasi ini
aku hanya tak tahu mata angin untuk itu
aku tak yakin ini arah ku
Sementara aku yakin, kau selalu ingin segera tahu
tentang banyak hal yang ada dihadapan mu
termasuk hati ku
Aku berharap kau menaruh curiga terhadap ku
tak peduli nanti
kau tak sambut perasaan ini
tak risaukan nanti
karena aku terlanjur percaya
takkan sampai hati kau kan menyakiti
sungguh aku berharap kau begitu
Aku memang tak pandai bergegas untuk hal ini
Tak pandai merangkai kata untuk memperkenalkan hati
Aku hanya pejuang yang terlalu lama bersembunyi
hingga lupa caraku untuk angkat senjata lagi
Tapi bukan berarti aku tak ingin pergi dari situasi ini
aku hanya tak tahu mata angin untuk itu
aku tak yakin ini arah ku
Sementara aku yakin, kau selalu ingin segera tahu
tentang banyak hal yang ada dihadapan mu
termasuk hati ku
Aku berharap kau menaruh curiga terhadap ku
tak peduli nanti
kau tak sambut perasaan ini
tak risaukan nanti
karena aku terlanjur percaya
takkan sampai hati kau kan menyakiti
Kamis, 11 November 2010
Tak ingin seperti dengan mu
Bukan sekali ini aku jatuh hati
namun tidak seperti denganmu
aku tak ingin salah strategi
tak ingin termakan bualan nafsu
yang menyamar dalam suara hati
tak ingin terjebak dalam kecewa
yang merumput dalam lapang dada
....
Hakh
sudahi saja omong kosong ini
sedari kini akan ku akui kekonyolan ini
tidak seperti dengan mu
dengannya
akan ku telanjangi kurusnya keberanian
dan rapuhnya iman
agar ia tahu betapa apa adanya aku
....
Inilah aku
yang punya cukup mimpi untuk mengagumi
namun tak punya cukup tenaga
untuk menempeleng keraguannya akan diriku
atau kebimbangannya menyederhanakan perhatianku
...
Bijaksana
kuasai hati dan pikiranku
agar tak mudah patah hati
agar bila kelak ia sepertimu
aku tak jera terus-terusan
tak cengeng kelamaan
atau bila kelak ia kerasan menungguku
berilah kalimat yang tersantun
hingga ia nyenyak dalam penantian
...
Tak ingin seperti denganmu
namun tak kurang satu bintangpun
kugantungkan harap demi harap
seperti aku mengharapkanmu dulu
kini dengannya
dedicated for Hanifah Syahidah
namun tidak seperti denganmu
aku tak ingin salah strategi
tak ingin termakan bualan nafsu
yang menyamar dalam suara hati
tak ingin terjebak dalam kecewa
yang merumput dalam lapang dada
....
Hakh
sudahi saja omong kosong ini
sedari kini akan ku akui kekonyolan ini
tidak seperti dengan mu
dengannya
akan ku telanjangi kurusnya keberanian
dan rapuhnya iman
agar ia tahu betapa apa adanya aku
....
Inilah aku
yang punya cukup mimpi untuk mengagumi
namun tak punya cukup tenaga
untuk menempeleng keraguannya akan diriku
atau kebimbangannya menyederhanakan perhatianku
...
Bijaksana
kuasai hati dan pikiranku
agar tak mudah patah hati
agar bila kelak ia sepertimu
aku tak jera terus-terusan
tak cengeng kelamaan
atau bila kelak ia kerasan menungguku
berilah kalimat yang tersantun
hingga ia nyenyak dalam penantian
...
Tak ingin seperti denganmu
namun tak kurang satu bintangpun
kugantungkan harap demi harap
seperti aku mengharapkanmu dulu
kini dengannya
dedicated for Hanifah Syahidah
Langganan:
Komentar (Atom)