Minggu, 13 November 2011

Telah jatuh hati

Entah berapa kali aku memuji mu
kehabisan kata-kata ini
begitu juga nyali
sekaligus hilang
mulai dari daftar nama yang harus kuhubungi
sampai ke hati
semua ku hapus
tanpa bermaksud membuatmu merasa tersingkirkan

Memang harus begitu
aku tak mau terlalu lama merasa nyaman dengan persembunyian ini
lebih baik aku menampakkan diri
namun seolah tidak pernah terjadi apa-apa dengan hati ini
dengan perasaan ku padamu
lalu kita bicara seperti sedia kala
bertemu seperlunya
tidak ada lagi pertemuan yang ku sengaja
ataupun pembicaraan yang kucari-cari

Lalu
dugaanku terjadi
kau menagih semua alasan
mengapa ada yang tak biasa
dan aku terjebak dalam penyamaran ku sendiri
bertanya-tanyalah kebodohan pada situasi
aku tahu kau terlalu cerdas untuk banyak bertanya
mungkin kini kau sedang membaca kesimpulanku
menarik semua referensi terpercaya
mengumpulkan keyakinan
lalu menganggapku omong kosong
yang tak perlu kau lanjutkan
untuk diselidiki

Kecuali jika bisa kupastikan
kau tak pernah tahu
aku pun tak sudi bicara
mengakui kecerobohanku
telah jatuh hati padamu

Selasa, 22 Maret 2011

Pagi hari di terusan Denpasar

Jendela kacamu menyejukkan peradaban
Membiarkan angin pagi saling bertabrakan
Dengan pintu-pintu udara
Memberikan aku pemandangan iri dari bawah sini

Perlahan dan memang lamban
Jalanan ini akan ramai dilalui
Para pemburu nafkah Tuhan
Lapak-lapak yang dulu roboh
Dihantam tangan-tangan besi
kaki tangan gubernur
Nanti berdiri lagi
Roboh lagi
Dan berdiri lagi
Begitu seterusnya
Sampai negeri ini benar-benar penuh dengan mimpi-mimpi kaki lima

Aku bergegas menghabiskan sarapan pagiku
Gumpalan sagu yang tak habis ku lumat
Kubiarkan mengeras di atas kuahnya
Sudah dua hari ini aku mendapat hidangan basi
Mungkin Paduka sedang menegurku
Aku tak lekas khawatir
maklum saja
Sudah terlalu banyak kemunafikan
Menghidupi keluargaku
Memperpanjang usia dompetku
Menambah deretan mimpi-mimpi ketinggian
Termasuk memiliki satu ruang di atas sana
Tempat ku menyimpan semua kelelahan
Kekenyangan
Dan birahi dunia

Aku beranjak dari hajatku
menenggak segelas air dan lalu pergi
Meneruskan tugasku
Mencari perhatian Yang Maha Kuasa
Dan berharap Ia
Tak lekas-lekas menyingkirkanku dari hidup ini
Masih banyak yang harus kucuri
Masih banyak yang harus ku beli
Harga diri yang pernah ku jual
Termasuk mimpi untuk memilikimu
Karena
Aku masih terus berharap
Bisa mengagumi mu
Dari balik pinggangmu
Sintal arsitekturmu
Bukan hanya dari kejauhan

Ada kamu di kamar kos ku

Aku biarkan tumpukan baju yang serabutan menertawakanku
Bagaimana bisa aku jadi lebih kacau dari kamar ku ini
Telak sudah aku dicemooh oleh bungkus-bungkus kopi
Dan cangkir-cangkir tak tercuci
Puas benar mereka tergelak
Sudah ribuan kali aku menggeliat kesana kemari
Mencari pinggiran kasur dimana tidak ada garis wajah munamun sepertinya usahaku sia-sia
Kau tak pernah benar-benar jera untuk memabukan aku

mau ku apakan bayang mu kini?

aku tidak sempat
menanggalkan mu
melucuti semua perasaan
yang tertinggal begitu saja
kau pun tak berusaha
mengingatkan ku untuk itu
mungkin memang kau sengaja
atau kau sedang bermain-main
dengan puas
saking lelahnya
kau terbawa dalam muatan ku
ikut kemana-mana
aku mau pergi
lelap bersama-sama
aku bermimpi
ahh...
aku jadi salah tingkah
mau ku apakan bayang mu kini?

Menghabiskan sisa-sisa mimpi

Sudah
Kuduga
Tidak ada kata
Terlambat Untuk bahagia
Apa yang pernah
Kau khawatirkan
Dulu
Tak pernah benar-benar
Menyentuh
Ujung-ujung
Jari mu
Sementara apa yang pernah
Kita perbincangkan
Dulu
Benar-benar melingkari
Jari manis mu
Kini
Aku pun hanya bisa
Mengagumi
Kedahsyatan Tuhan dalam
Menyiasati hati
Kita tak pernah benar-benar
Mengetahui
Dengan siapa kita menghabiskan
Sisa-sisa mimpi
Dalam cangkir
Kenangan ini

Jumat, 12 November 2010

kenali aku

Jangan berhenti mencoba mengenal aku berikut hatiku

sungguh aku berharap kau begitu



Aku memang tak pandai bergegas untuk hal ini

Tak pandai merangkai kata untuk memperkenalkan hati



Aku hanya pejuang yang terlalu lama bersembunyi

hingga lupa caraku untuk angkat senjata lagi

Tapi bukan berarti aku tak ingin pergi dari situasi ini

aku hanya tak tahu mata angin untuk itu

aku tak yakin ini arah ku



Sementara aku yakin, kau selalu ingin segera tahu

tentang banyak hal yang ada dihadapan mu

termasuk hati ku




Aku berharap kau menaruh curiga terhadap ku




tak peduli nanti

kau tak sambut perasaan ini

tak risaukan nanti




karena aku terlanjur percaya

takkan sampai hati kau kan menyakiti

Kamis, 11 November 2010

Tak ingin seperti dengan mu

Bukan sekali ini aku jatuh hati
namun tidak seperti denganmu
aku tak ingin salah strategi
tak ingin termakan bualan nafsu
yang menyamar dalam suara hati
tak ingin terjebak dalam kecewa
yang merumput dalam lapang dada
....
Hakh
sudahi saja omong kosong ini
sedari kini akan ku akui kekonyolan ini
tidak seperti dengan mu
dengannya
akan ku telanjangi kurusnya keberanian
dan rapuhnya iman
agar ia tahu betapa apa adanya aku
....
Inilah aku
yang punya cukup mimpi untuk mengagumi
namun tak punya cukup tenaga
untuk menempeleng keraguannya akan diriku
atau kebimbangannya menyederhanakan perhatianku
...
Bijaksana
kuasai hati dan pikiranku
agar tak mudah patah hati
agar bila kelak ia sepertimu
aku tak jera terus-terusan
tak cengeng kelamaan
atau bila kelak ia kerasan menungguku
berilah kalimat yang tersantun
hingga ia nyenyak dalam penantian
...
Tak ingin seperti denganmu
namun tak kurang satu bintangpun
kugantungkan harap demi harap
seperti aku mengharapkanmu dulu
kini dengannya

dedicated for Hanifah Syahidah