dulu
kalau saya
mau kencing
dimana pun bisa
masih banyak pohon
masih lebar tanah
masih merumput
tapi
sekarang
dimana-mana beton
susah jadinya
bau nya jadi tidak hilang
tidak tahu kemana mau mengalir
mau meresap
disana-sini beton
itu kata bapak-bapak supir
kata mereka
apa ibu kota ini tidak berat?
tiap hari di tindih beton
di pancang paku bumi
dulu
kalau mau
main perempuan
masih banyak kebun
masih rimbun semak
tak perlu sewa kamar
sekarang semua jadi apartemen
kalau dulu tanahnya subur
karena getah kami
sekarang malah amblas
bumi seperti menciut
seperti sudah ejakulasi
dulu
kalau panas terik
masih banyak teduh
di bawah beringin
atau yang lain
sekarang sudah ditebang
diratakan dengan tanah
tumbuh lagi jadi mall
tempat kebanyakan penumpang kami
buang hajat
mengumbar nafsu
dulu
kau sudah kebelet
tinggal jongkok
di kali
airnya mengalir
deras
kami pun ikhlas
ditinggal pergi kotoran
sekarang
mengalir saja susah
airnya pun hitam
kotoran siapa yang hitam-hitam begitu?
pasti makannya uang haram
dulu juga
mau cuci tangan
bekas oli
dimana saja
sekarang
sumurnya kering
kalah perang sama jetpump
air dari bapak gubernur juga belum datang-datang
pipanya belum panjang
masih jarang
kami jadi bingung
bagaimana karir kami di daratan?
lebih baik hidup di zaman batu
daripada zaman beton
paling tidak kami tidak takut
ibu kota
tenggelam
atau kami jadi nahkoda saja?
kalau saya
mau kencing
dimana pun bisa
masih banyak pohon
masih lebar tanah
masih merumput
tapi
sekarang
dimana-mana beton
susah jadinya
bau nya jadi tidak hilang
tidak tahu kemana mau mengalir
mau meresap
disana-sini beton
itu kata bapak-bapak supir
kata mereka
apa ibu kota ini tidak berat?
tiap hari di tindih beton
di pancang paku bumi
dulu
kalau mau
main perempuan
masih banyak kebun
masih rimbun semak
tak perlu sewa kamar
sekarang semua jadi apartemen
kalau dulu tanahnya subur
karena getah kami
sekarang malah amblas
bumi seperti menciut
seperti sudah ejakulasi
dulu
kalau panas terik
masih banyak teduh
di bawah beringin
atau yang lain
sekarang sudah ditebang
diratakan dengan tanah
tumbuh lagi jadi mall
tempat kebanyakan penumpang kami
buang hajat
mengumbar nafsu
dulu
kau sudah kebelet
tinggal jongkok
di kali
airnya mengalir
deras
kami pun ikhlas
ditinggal pergi kotoran
sekarang
mengalir saja susah
airnya pun hitam
kotoran siapa yang hitam-hitam begitu?
pasti makannya uang haram
dulu juga
mau cuci tangan
bekas oli
dimana saja
sekarang
sumurnya kering
kalah perang sama jetpump
air dari bapak gubernur juga belum datang-datang
pipanya belum panjang
masih jarang
kami jadi bingung
bagaimana karir kami di daratan?
lebih baik hidup di zaman batu
daripada zaman beton
paling tidak kami tidak takut
ibu kota
tenggelam
atau kami jadi nahkoda saja?